#OctoberWish

Everything is never as it seems.



Facebook dan MySpace akan menayangkan upacara pemakaman Michael Jackson Selasa (7/7), pukul sepuluh pagi waktu Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS). Para pengguna situs jejaring sosial tersebut dapat menyaksikan liputan pemakaman yang akan berlangsung selama 90 menit ini secara langsung. Untuk mewujudkannya, Facebook akan bekerja sama dengan CNN Live. Sedangkan MySpace akan bekerja sama dengan Anschutz Entertainment Group.

Seperti dilansir AFP, Sarah Joyce dari MySpace Music mengatakan, video itu akan ditayangkan secara langsung dan gratis. Para pengguna dapat memberikan komentar atau tautan di profil "raja pop" yang biasa dipanggil MJ tersebut. Selain itu, mereka juga bisa mendengarkan lagu-lagu atau melihat video musik pria yang juga kerap di sapa Jacko itu secara gratis. "Layanan ini juga dapat terwujud atas kerjasama MySpace Music dengan Sony Music," tambah Joyce.

Sedangkan dengan menggunakan fasilitas Facebook Connect, pengguna Facebook seluruh dunia dapat menyaksikan pemakaman secara langsung sembari memperbarui "status". Selain itu, mereka juga bisa bertemu teman-teman atau penggemar MJ lainnya di seluruh belahan bumi. Teknologi serupa juga pernah digunakan CNN untuk memberitakan proses pelantikan Presiden AS, Barack Obama. (liputan6.com)



Roket berdiameter 420 mm diluncurkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dengan mulus di Instalasi Uji Terbang Roket di pantai selatan Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, Kamis (2/7). Roket RX-420 ini merupakan roket terbesar yang dibuat Lapan.

Kemarin juga diluncurkan dua roket RX-100 yang digunakan menguji subsistem payload roket buatan Lapan. Peluncuran roket disaksikan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Marzan A Iskandar, Sekretaris Menko Kesra Indroyono Susilo, perwakilan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Departemen Pertahanan, TNI dan Polri, PT Dirgantara Indonesia, serta PT Bukaka.

"Kami mendapat seluruh parameter data pada 10 detik pertama roket mulai terangkat hingga melesat ke udara," ujar Adi Sadewo. Berdasarkan golden data itu bisa dibuat rekonstruksi perilaku terbang roket dengan rasio kesalahan 5 persen. Kemarin, ia menilai motor dan bahan bakar berfungsi baik. (kompas.com)