#OctoberWish

Everything is never as it seems.


Spesies katak Barbourula kalimantanensis yang ditemukan sejak tahun 1978 baru diketahui sebagai katak pertama di dunia yang bernapas tanpa menggunakan paru-paru.

Selama ini bulan purnama identik dengan romantisme dan saat yang asyik untuk bermesraan dengan kekasih. Ternyata hal tersebut juga benar dan berlaku di dunia hean khususnya amfibi.

Para peneliti menemukan bahwa amfibi di seluruh muka bumi melakukan pesta kawin pada saat bulan purnama. Walaupun belum banyak diketahui, tetapi fenomena ini terjadi secara global. Semua spesies amfibi seperti katak, kodok, dan salamander melakukan aktivitas perkawinannya selama periode itu.

Pergerakan bulan yang tengah berada pada fase penuh umum dimanfaatkan hewan. Amfibi pun menggunakan siklus ini untuk mengumpulkan spesies katak jantan dan betina dalam waktu yang sama. Dengan demikian, potensi kesuksesan pembuahan telur dapat dimaksimalkan.

Pada 2005, ahli biologi Rachel Grant yang sedang meneliti mengenai salamander dekat sebuah telaga di wilayah Italia Tengah, tanpa sengaja melihat begitu banyak katak memenuhi jalan di bawah bulan purnama.

"Meski masih ada kemungkinan ini hanya suatu kebetulan, tapi di bulan berikut saya melewati jalan yang sama di hari senja, dan kembali menemukan sejumlah katak. Jumlahnya meningkat seiring bulan bertambah besar, mencapai puncaknya pada bulan purnama, lantas berangsur-angsur berkurang," ujarnya.

Oleh sebab itu, Grant kembali ke lokasi tersebut pada 2006 dan 2007. Ia kemudian membandingkan data perolehannya dengan data penelitian perilaku kawin katak-katak di sebuah kolam dekat Oxford, Inggris yang dikumpulkan oleh Tim Halliday; serta data Elizabeth Chadwick dari Universitas Cardiff mengenai katak-katak dan kadal-kadal di Wales.

Hasilnya, disimpulkan terdapat 3 fase hidup pada amfibi yang dipengaruhi perputaran bulan, yakni fase pembiakan (breeding site), fase perkawinan (mating site), dan fase bertelur (spawning site). Spesies katak biasa Bufo bufo melakukan ketiga fase ini selama masa bulan purnama. Begitu pula dengan spesies katak Jawa Bufo melanostictus, yang melakukan fase perkawinannya dalam periode bulan purnama, di mana katak betina melakukan ovulasi pada saat berdekatan atau di waktu yang sama.

Sementara spesies katak Rana temporaria melakukan fase bertelur pada bulan purnama. Perkawinan kadal juga dipengaruhi siklus bulan walaupun hasil yang ditunjukkannya tidak sejelas pada katak.

"Kami kira gejala ini tersebar di seluruh dunia. Bagaimanapun, perbedaan ekologi dan cara reproduksi juga akan mempengaruhi hal ini, dan itu perlu diselidiki lebih lanjut," ujar Grant. (kompas.com)


Pesawat ulang alik Endeavour meluncur dari landasan 39A Kennedy Space Center, Florida, Rabu (15/7) waktu setempat atau Kamis WIB pukul 05.00.

Setelah lebih dari sebulan mengalami penundaan dan lima kali gagal meluncur, pesawat ulang alik Endeavour akhirnya melesat ke luar angkasa. Endeavour meluncur dari Kennedy Space Center, Florida, Rabu (15/7) sore atau Kamis pagi WIB sekitar pukul 05.00.

Peluncuran ini cukup istimewa karena hanya selang beberapa hari menjelang peringatan 40 tahun sejak pertama kali manusia menginjakkan kaki di Bulan, apalagi peluncuran dilakukan di sisi landasan yang sama dengan Apollo 11 saat meluncur pada 16 Juli 1969 silam.

Meski peluncuran berjalan mulus, kegembiraan sedikit terganggu karena terlihat banyak runtuhan saat pesawat melesat. Hasil rekaman video menunjukkan beberapa keping penahan panas di tangki eksternal terlepas dan menghantam badan pesawat 2-3 kali.

"Beberapa goresan terlihat di perutnya, tetapi kami harapkan hanya lecet dan kerusakan minor," ujar Bill Gerstenmaier, Kepala Operasional NASA. Ia mengatakan, para astronot Endeavour akan melakukan pengecekan sebelum pesawat merapat ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS), dua hari mendatang.

Hal seperti inilah yang dikhawatirkan NASA sejak kecelakaan Columbia terjadi tahun 2003. Columbia terbakar dan meledak saat pulang karena lubang di sayap akibat terhantam keping penahan panas di tangki eksternal saat peluncuran.

Meski demikian, saat ini NASA sudah siap menghadapi kemungkinan yang sama. Proses pengecekan telah dilakukan secara bertingkat sejak rekaman video saat peluncuran, pengecakan langsung dua kali, dan pemotretan badan pesawat dari ISS. NASA juga sudah mengembangkan teknik reparasi dengan mengembangkan "semen" khusus untuk menutup retakan pada badan pesawat.

"Kami memiliki semua perangkat di hadapan kami dan proses untuk memastikan pesawat ini layak pulang," ujar Gerstenmaier. Endeavour yang berisi tujuh astronot dijadwalkan menjalankan misi selama 16 hari untuk melanjutkan kembali pembangunan ISS yang dijadwalkan selesai tahun 2010.

Misi utama kali ini adalah pemasangan modul ketiga atau yang terakhir dari laboratorium Kibo milik Jepang. Modul ini akan digunakan untuk melakukan penelitian ilmiah di bagian luar ISS. Selain itu, para astronot juga akan melakukan pemasangan baterai baru dan perawatan lainnya. Semuanya akan dilakukan dalam lima kali spacewalk. (kompas.com)