#OctoberWish

Everything is never as it seems.


Warga mengamati gambar Noordin M Top warga negara Malaysia yang diduga terkait dengan sejumlah kasus pengeboman yang terjadi di Indonesia di Stasiun Kereta Api Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7).

Heru (28), warga Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendatangi Polres Mataram, Kamis (30/7). Ia melapor, pernah melihat gembong teroris yang paling dicari, Noordin M Top, di Mataram.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti penyidik Polres Mataram yang memeriksanya di ruang penyidikan selama dua jam lebih. Namun, Kapolres Mataram AKBP Triyono Pujono Basuki enggan menjelaskan permasalahan tersebut.

"Saya tidak bisa menjelaskan masalah ini karena ranahnya Densus (Detasemen Khusus 88 Polda NTB), setelah dimintai keterangan, kami serahkan ke polda," ujarnya.

Sementara itu, kepada wartawan seusai diperiksa di Polres Mataram, Heru mengatakan, beberapa hari lalu ia sempat melihat orang yang wajahnya mirip Noordin M Top di salah satu warnet di Kota Mataram.

"Waktu itu saya lihat dia sedang berada di depan komputer warnet. Dia pakai headset, tapi saya tidak tahu dia internet ke mana," ujarnya.

Heru mengaku sempat memerhatikan orang yang dikiranya Noordin M Top itu berkali-kali, bahkan sempat menatap wajah orang itu. "Begitu saya tatap dia, dia agak kikuk, tapi saya tidak tahu dia lagi buat apa," ujarnya.

Namun, Heru belum sempat mengakhiri penjelasannya karena ditarik paksa oleh oknum penyidik Polres Mataram agar tidak meneruskan penjelasannya.

Setelah dibawa masuk ke ruang penyidik, beberapa saat kemudian, Heru digelandang ke mobil dengan pengawalan untuk dibawa ke Polda NTB. Hingga berita ini disiarkan, Heru masih dimintai keterangan di Polda NTB. (kompas.com)

Untuk menyebarluaskan foto Noordin M Top ke masyarakat, aparat kepolisian menempel foto terbaru buron teroris paling dicari di Indonesia tersebut di kereta api. Polisi juga membagikan foto-foto tersebut kepada para penumpang.

Ini seperti yang dilakukan aparat Kepolisian Khusus Kereta Api (Polsuska) Daerah Operasi Lima PTK KA Purwokerto, Kamis (30/7) di Stasiun KA Purwokerto

Penyebaran foto Noordin dimulai sekitar pukul 05.30. Penempelan gambar dimulai di pintu masuk stasiun, loket peron KA, dan pintu masuk penumpang. Petugas juga membagikan selebaran bergambat foto Noordin kepada penumpang yang telah membeli karcis.

Petugas lalu naik ke KA Logawa yang saat itu sedang singgah di stasiun tersebut. Mereka menempelkan foto-foto Noordin di kaca dekat tempat duduk penumpang. Selebaran juga ditempelkan di dinding kabin.

Perwira Pembina Polsuska Daop V PT KA Purwokerto Ajun Komisaris Suryono mengungkapkan, penyebaran foto Noordin terkait upaya kepolisian mengejar buron utama kasus terorisme di Indonesia tersebut. Langkah ini juga sebagai upaya pengusutan kasus pengeboman Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, 17 Juli, yang diduga kuat didalangi Noordin.

Dengan diketahuinya foto terbaru itu, diharapkan masyarakat yang mengetahui ada orang yang memiliki ciri-ciri seperti dalam foto tersebut melapor ke kepolisian.

"Kereta api kami pilih karena memiliki jangkauan yang luas dan mobilitasnya yang tinggi sehingga jangkauan sosialisasi bisa sangat luas," ujar Suryono.

Ia mengungkapkan, Noordin saat ini diduga masih berada di wilayah Jawa, khususnya Jawa Tengah. Karena itu, sosialisasi melalui moda transportasi massal yang beroperasi di provinsi ini menjadi sangat penting. (kompas.com)