#OctoberWish

Everything is never as it seems.

TechLife, majalah techno-lifestyle memberikan penghargaan kepada 10 tokoh yang dinilai berjasa di bidang industri teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Yusuf Mars, Editor in Chief TechLife, penghargaan tersebut sebagai apresiasi terhadap kontribusi dan komitmen para tokoh tersebut di bidangnya masing-masing.

"Kami merasa perlu untuk memberikan apresiasi terhadap pahlawan pengisi kemerdekaan di bidang teknologi. Sebagaimana kita sadari, dengan teknologi bangsa kita bisa sejajar dengan bangsa lain," kata Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/8/2009).

Dari pemikiran tersebut, TechLife memilih tokoh visioner yang memiliki komitmen dan kontribusi terhadap perkembangan teknologi di Indonesia. Rekam jejak para tokoh tersebut bisa dilihat dari kontribusi mereka dari karya dan kreasinya ketika menjabat sebuah institusi atau ketika mengembangkan usaha sebagai enterpreneur.

"Setidaknya kriteria yang kami ambil adalah seberapa jauh kontribusi tokoh tersebut di bidang teknologi, apakah sebagai pengambil kebijakan maupun enterpreneur, visi dan misi terhadap perkembangan teknologi di Indonesia, dan komitmen untuk meletakkan pondasi teknologi di Indonesia," urai Yusuf.

Kesepuluh tokoh teknologi tersebut adalah:
1. Hasnul Suhaimi (Presiden Direktur PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL)
2. Sarwoto Atmosutarno (Direktur Utama PT Telkomsel)
3. Frederik Johanes Meijer (Wakil Presiden Direktur Bakrie Telecom)
4. Budi Wahyu Jati (Country Manager Intel Indonesia)
5. Hengky Setiawan (Presiden Direktur PT Setia Utama Telesindo)
6. Tony Chen (Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia)
7. Jason Lim (President Direktur PT Acer Indonesia)
8. Megawaty Khie (Country manager Hewlett-Packard Indonesia)
9. Budiono Darsono (Pendiri Detik.com)
10. Rinaldi Firmansyah (Direktur Utama PT Telkom)

(okezone.com)


Misteri Block Island dari Mars

Penemuan adanya meteor Mars yang dikenal dengan nama "Block Island" hingga kini telah menciptakan sebuah misteri. Banyak pengamat astronomi dan ilmuwan terpancing untuk menguliknya lebih dalam.

Pada 1 Agustus lalu, NASA melakukan analisa terhadap bebatuan luar angkasa yang berdiameter 60 cm tersebut. Hasil pengamatan NASA menunjukkan bahwa meteor itu terdiri dari bahan besi dan nikel, sama halnya dengan meteor yang umum ditemukan di bumi. Demikian keterangan yang dikutip dari situs resmi NASA, Minggu (16/8/2009).

Namun, karena atmosfer di Mars jauh lebih tipis jika dibandingkan dengan atmosfer di bumi, maka meteor yang menghantam tanah pada kecepatan sangat tinggi akan hancur melampaui batas tabrakan.

Kuat dugaan bahwa Block Island menabrak planet milyaran tahun lalu saat atmosfer masih sangat tebal. Namun ahli astronomi lain meragukan hal ini. Menurut mereka, jika benar demikian, semestinya saat ini bebatuan meteor tersebut telah terkubur oleh badai pasir. (okezone.com)