#OctoberWish

Everything is never as it seems.



LONDON - Sebagian orang mungkin berpendapat bahwa biaya hidup di kota-kota di benua Eropa dan Amerika adalah yang tertinggi. Tapi, tahukah Anda jika kota dengan biaya hidup termahal bagi para expatriat justru berada di wilayah Afrika, yakni kota Luanda, ibukota Angola.

Menurut survei yang dilakukan sebuah konsultan sumber daya manusia, Mercer, Luanda menempati posisi teratas, disusul Tokyo (Jepang) dan Ndjamena (Chad). Sementara urutan keempat dan kelima adalah Moskow (Rusia) dan Jenewa (Swiss).

Cost of Living Survey yang dilakukan Mercer, mencatat komponen-komponen biaya hidup mulai dari harga sewa rumah, biaya makan, pakaian, peralatan rumah tangga dan hiburan. Demikian dilansir Guardian, Kamis (1/7/2010).

Survei dilakukan terhadap sekira 214 kota di lima benua dan membandingkan harga-harga sekira 200 item di tiap lokasi. Sebagai perbandingan, Mercer menggunakan patokan biaya di New York yang selama ini banyak dihuni oleh kalangan ekspatriat.

Dalam tabel yang dikeluarkan Mercer, tercatat bahwa harga untuk menyewa apartemen mewah dengan kapasitas dua tempat tidur di Luanda mencapai 4480 poundsterling per bulan, sementara di New York hanya sekira 2560 poundsterling per bulan. Sedangkan untuk makanan cepat saji seperti Hamburger di Luanda berkisar 11,20 poundsterling, sedangkan rata-rata di kota lain yang tak sampai 10 poundsterling.



LONDON - Anda yang sering berpergian menggunakan pesawat sebaiknya waspada. Sebab seorang ilmuwan mengungkapkan pemindai tubuh di bandara bisa menghasilkan radiasi hingga 20 kali lebih kuat dari yang diduga sebelumnya.

"Selama ini ilmuwan dari pemerintah tidak berhitung secara tepat, pasalnya itu menimbulkan keprihatinan mengenai potensi risiko kanker yang lebih besar dari yang disadari sebelumnya," terang Dr David Brenner, kepala pusat penelitian radiologis dari New York University, seperti yang dilansir Telegraph, Kamis (1/7/2010).

Brenner menambahkan anak-anak dan penumpang dengan mutasi genetik yang terdapat satu dari 20 populasi merupakan yang paling berisiko karena mereka kurang mampu memperbaiki kerusakan X-ray pada sel mereka.

Memang bahaya yang ditimbulkan terhadap penumpang individu sangat rendah, tapi mengatakan bahwa penelitian lanjut diperlukan untuk lebih akurat menentukan risiko itu.

Menurut Brener, jika semua 800 juta orang yang menggunakan bandara setiap tahun dipindai dengan sinar-X, maka risiko individu yang sangat kecil dikalikan dengan jumlah besar orang terpindai mungkin menyiratkan kesehatan masyarakat potensial atau risiko sosial.